Agar Bisa Tetap Berhemat Hingga Lebaran, Coba 4 Tips Hemat Selama Bulan Ramadhan Ini

4 Tips hemat Selama Bulan Ramadhan – Bulan Suci Ramadhan seperti sekarang ini selalu dirayakan dengan penuh suka cita bagi umat Muslim. Seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia sedang menjalankan ibadah puasa.
buka bersama
Bila kita mengaitkan bulan puasa dengan pengeluaran, sejatinya kita bisa berhemat selama Bulan Ramadhan ini. Contohnya saja untuk kepentingan makan, dari yang biasanya minimal tiga kali sehari, di bulan puasa ini cukup dua kali sehari.

Hanya saja dari pengalaman banyak orang, pengeluaran di bulan puasa ini nyatanya justru melonjak, bahkan Anda mungkin mengalami peningkatan dua kali lipat dari biasanya. Padahal, di Bulan Ramadhan justru menjadi kesempatan bagi Anda untuk berhemat.

Pasalnya, Anda harus mempersiapkan dana untuk mudik mulai dari tiket, bensin, dan sebagainya. Anda juga mungkin perlu memberi THR kepada karyawan atau bagi asisten rumah tangga yang hendak mudik ke kampung halaman. Kue Lebaran pun perlu dipersiapkan. Masih banyak, bukan, pengeluaran yang harus ditanggung hingga Lebaran nanti?

Untuk itu, mari pelajari 4 tips hemat selama Bulan Ramadhan berikut agar Anda bisa lebih terkontrol dalam mengelola keuangan dalam sebulan penuh ini.

4 Tips hemat Selama Bulan Ramadhan
1. Susun Rencana Keuangan Sebulan Penuh

Dari sekarang hingga Lebaran nanti, cobalah susun rencana keuangan Anda selama sebulan penuh. Memang akan ada beberapa perubahan dari rencana keuangan Anda yang sebelum-sebelumnya dibandingkan rencana keuangan di Bulan Ramadhan ini.

Coba pertimbangkan untuk berbelanja selama sebulan penuh, tekan segala pengeluaran, dan hindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Anda bisa menggunakan berbagai aplikasi smartphone untuk membantu Anda mengelola keuangan di Bulan Ramadhan ini.

2. Manfaatkan Diskon Selama Bulan Ramadhan
Ada banyak sekali promo diskon yang bisa Anda manfaatkan selama Bulan Ramadhan, mulai dari untuk keperluan dapur, gaya hidup, dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya.



Jika bisa saat Anda berbelanja, manfaatkan diskon semaksimal mungkin dan persiapkan segala keperluan untuk sebulan kecuali untuk bahan-bahan organik seperti sayuran dan daging yang memiliki jangka waktu relatif sebentar.

3. Selektif dalam Mengikuti Acara Buka Bersama (BukBer)

Salah satu yang membuat pengeluaran meroket saat bulan puasa adalah terlalu rutin mengikuti acara Buka Bersama di luar. Memang, acara Buka Bersama menjadi momen yang tepat untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan rekan yang sudah lama tidak bertemu.

Hanya saja, demi hemat selama Bulan Ramadhan, Anda harus selektif dalam memutuskan untuk mengikuti acara Buka Bersama yang mana. Bila memang sangat penting untuk dihadiri, silakan ikuti.

Acara Buka Bersama memang penting dan momennya pun tepat, hanya saja mulailah belajar untuk menguranginya. Perbanyak Buka Bersama di rumah, terutama bersama keluarga, karena selain mampu membuat Anda berhemat, Anda pun bisa menghabiskan waktu bersama keluarga Anda.

4. Atau, Mungkin Anda Bisa Membawa Bekal Dari Rumah

Perjalanan dari kantor ke rumah mungkin menghambat Anda untuk segera berbuka di rumah tepat waktu, dan Anda tentunya menghindari berbuka di rumah. Atau, ada kalanya Anda harus lembur di tempat kerja sehingga mau tidak mau harus berbuka di luar.

Agar Anda bisa menghindari untuk berbuka di restoran, yang pastinya tidak murah harganya, Anda bisa mencoba untuk membawa bekal buka puasa dari rumah.

sumber

Dalam Menyambut Bulan Ramadhan, Pebisnis Perlu Lakukan 7 Hal Ini

Dalam Menyambut Bulan Ramadhan, Pebisnis Perlu Lakukan 7 Hal Ini – Bulan suci bagi umat Muslim akan segera tiba. Orang-orang beragama Islam di seluruh dunia pasti tak sabar untuk menyambutnya.

susun rencana keuanganSaat Ramadhan, banyak orang akan melakukan puasa selama 29-30 hari. Bagi Anda yang merayakannya, suasana religius akan sangat kentara dalam kehidupan pribadi Anda. Sebagai individu

 yang taat, pasti akan ada perubahan positif yang terjadi dalam diri Anda.

Namun, di balik momen Ramadhan yang sangat islami dalam hidup keagamaan Anda, sebagai pebisnis ada juga hal-hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam bisnis Anda. Bahkan sekalipun Anda adalah non muslim, Anda juga perlu memperhatikannya.

Nah, berikut berbagai persiapan yang sebaiknya Anda lakukan menjelang bulan suci Ramadhan.



Ubah Tampilan Website dengan Tema Ramadhan

Website perusahaan Anda perlu diubah tampilannya. Terutama bagi website toko online atau e-commerce, Anda perlu membuat desain baru bertema Ramadhan untuk situs bisnis online Anda.

Citra visual pada website akan membuat suasana Ramadhan semakin terasa. Dalam desainnya, Anda bisa menggunakan berbagai simbol bernuansa islam seperti gambar masjid, bedug, bulan sabit, dan sebagainya. Buatlah sekreatif mungkin untuk menarik perhatian para pengunjung web.


Fokus Memasarkan Produk Kebutuhan Keluarga

Buat Konten Promosi yang Identik dengan Ramadhan
Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki banyak konsumen potensial yang beragama Islam. Ini berarti ada kesempatan besar untuk meningkatkan penjualan selama bulan suci berlangsung.

Sehingga dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, buatlah konten-konten bertema Ramadhan untuk merebut hati konsumen. Misalnya, membuat video iklan yang bercerita tentang orang-orang yang sedang berbuka puasa bersama dengan produk makanan Anda.

sumber

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya dengan keutamaan yang agung dan keistimewaan yang banyak. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Di dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menyebutkan dua keistimewaan bulan Ramadhan yang agung, yaitu:

Keistimewaan pertama, diturunkannya Al-Qur’an di dalam bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dengan kitab ini, Allah memperlihatkan kepada mereka kebenaran (al-haq) dari kebatilan.  Kitab yang di dalamnya terkandung kemaslahatan (kebaikan) dan kebahagiaan (kemenangan) bagi umat manusia, serta keselamatan di dunia dan di akhirat.

Keistimewaan ke dua, diwajibkannya berpuasa di bulan tersebut kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Allah Ta’ala memerintahkan hal tersebut dalam firman-Nya (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam [1], di antara kewajiban yang Allah Ta’ala wajibkan, dan telah diketahui dengan pasti bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari agama, serta berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin. Barangsiapa yang mengingkarinya (kewajiban puasa Ramadhan), maka dia telah kafir.

Barangsiapa yang  berada di negeri tempat tinggalnya (mukim atau tidak bepergian) dan sehat, maka wajib menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya),” Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 185) Dan barangsiapa yang bepergian (musafir) atau sakit, maka wajib baginya mengganti puasa di bulan yang lain, sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Dari sini jelaslah bahwa tidak ada keringanan untuk tidak berpuasa di bulan tersebut, baik dengan menunaikannya di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan kecuali bagi orang yang sudah tua renta atau orang sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya. Kedua kelompok tersebut tidaklah mampu berpuasa, baik di bulan Ramadhan atau di luar bulan Ramadhan. Bagi keduanya terdapat hukum (aturan) lain yang akan datang penjelasannya, in syaa Allah.

Dan termasuk di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah apa yang dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shahihain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu” [2]

Hadits ini menunjukkan atas keistimewaan yang agung dari bulan yang penuh berkah ini, yaitu,

Pertama, dibukanya pintu-pintu surga di bulan Ramadhan. Hal ini karena banyaknya amal shalih yang disyariatkan di bulan tersebut yang menyebabkan masuknya seseorang ke dalam surga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 32).

Kedua, ditutupnya pintu-pintu neraka di bulan ini, disebabkan oleh sedikitnya maksiat yang dapat memasukkan ke dalam neraka, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

فَأَمَّا مَنْ طَغَى (37) وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (38) فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى (39)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya)” (QS. An-Nazi’at [79]: 37-39).

Dan juga firman Allah Ta’ala,

وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya” (QS. Jin [72]: 23).

Ketiga, setan-setan dibelenggu di bulan Ramadhan. Setan tidak mampu untuk menggoda (menyesatkan) manusia, menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan, atau memalingkan manusia dari amal shalih, sebagaimana yang setan lakukan di selain bulan Ramadhan. Tercegahnya manusia -di bulan yang penuh berkah ini- dari melakukan berbagai hal yang keji merupakan rahmat untuk kaum muslimin, sehingga mereka pun memiliki kesempatan untuk mengerjakan berbagai amal kebaikan dan menghapus dosa-dosa mereka.

Dan termasuk dalam keutamaan bulan yang penuh berkah ini adalah dilipatgandakannya amal kebaikan di dalamnya. Diriwayatkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang sama dengan amal wajib. Satu amal wajib yang dikerjakan di bulan ini setara dengan 70 amal wajib. Barangsiapa yang memberi buka puasa untuk seorang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka, dan baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala oarang yang berpuasa tersebut sedikit pun.

Semua kebaikan, berkah, dan anugerah ini diberikan untuk kaum muslimin dengan datangnya bulan yang penuh berkah ini. Oleh karena itu, hendaklah kaum muslimin menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.

Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang agung dan mulia, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk menganugerahkan keberkahan bulan Ramadhan kepada kami. [3]

sumber

Tips Mengawali Puasa Di Bulan Ramadhan

mengawali puasa

Mengawali puasa di bulan ramadhan. Sepertinya baru saja kemarin lebaran tapi sekarang sudah mulai memasuki bulan puasa. Tidak terasa waktu cepat berlalu. Bagi umat muslim, tentunya akan diwajibkan untuk mengikuti ibadah puasa selama 30 hari. Puasa sendiri memiliki banyak manfaat saat dilakukan seperti membakar lemak jahat di dalam tubuh, meningkatkan hormon pertumbuhan manusia. Bagi Anda yang sudah terbiasa untuk berpuasa penuh selama bulan ramadhan, tentu bukanlah hal sulit untuk melewatinya di bulan ini, tetapi bagi Anda yang belum terbiasa, jangan khawatir,

Anda dapat membaca tips – tips mengawali puasa di bulan ramadhan ini, berikut penjelasannya;
1.Mengurangi ngemil

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan ngemil di saat waktu senggang maupun di saat sedang mengerjakan tugas, ada baiknya untuk mengurangi kebiasaan ini sejak dini. Selain karena efeknya yang akan membuat berat badan bertambah, keseringan “ngemil” akan membuat Anda lebih sulit untuk menahan lapar di saat waktu puasa. Oleh karena itu, ganti kebiasaan ini dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi yang memenuhi kebutuhan gizi dan kalori tubuh. Tak lupa, atur juga pola makan Anda secara teratur mengikuti pola jam makan di saat waktu berbuka ataupun sahur, sehingga tubuh Anda akan lebih mudah untuk beradaptasi mengawali puasa nanti.

2.Mengatur jam tidur

Pada saat puasa, jam tidur Anda akan berubah dari biasanya. Anda harus bangun di saat subuh sebelum waktu sahur. Jangan biasakan untuk tidur hingga larut malam karena dapat membuat Anda bangun kesiangan dan melewatkan waktu sahur. Padahal waktu sahur merupakan waktu yang penting untuk mempersiapkan tubuh menghadapi puasa seharian. Jika terlewat, Anda hanya memiliki dua pilhan, untuk tidak berpuasa atau tetap berpuasa tetapi dengan kondisi tubuh lemas dan tidak bertenaga. Lebih baik pilihlah jam tidur lebih awal dan persiapkan waktu bangun dengan alarm sebagai persiapan mengawali puasa dengan sahur terlebih dahulu.

3.Olahraga rutin

Olahraga di sini bukanlah olahraga yang sangat menguras tenaga tetapi merupakan olahraga ringan seperti jogging, push up, plank dan lain – lain. Dengan berolahraga untuk mengawali puasa, badan akan lebih fit dan daya tahan tubuh meningkat. Sehingga, di saat waktu puasa, Anda tidak merasa lemas dan kurang semangat. Waktu yang terbaik untuk Anda olahraga selama bulan puasa adalah setelah buka puasa. Tunggu dua sampai dua hingga tiga jam setelah waktu berbuka sehingga makanan telah dicerna oleh tubuh dan Anda mendapatkan kembali energi untuk melakukan olahraga.

4.Berhenti merokok

Sangat dianjurkan untuk berhenti merokok ataupun melakukan aktivitas yang sifatnya menimbulkan ketergantungan menjelang puasa seperti minum kopi dan soda secara berlebihan. Ketika sudah terbiasa untuk merokok dan tiba – tiba berhenti di saat bulan puasa, maka Anda akan mengalami gejala seperti iritabilitas, mudah marah, sakit kepala dan mengalami kesulitan untuk berpuasa. Oleh karena itu sebelum memulai puasa, kurangi serta jauhi kebiasaan buruk ini sebisa mungkin.


sumber

Ini Tip Ramadhan Bagi Para Jomlo

 Ramadhan adalah saat ketika keluarga dan teman-teman berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama, apakah itu berbuka puasa, shalat berjamaah, atau tadarus. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang masih melajang alias jomlo, atau mereka yang tinggal dan bekerja jauh dari keluarga.

Sejumlah orang sering baper alias terbawa perasaan ketika Ramadhan datang. Mereka kerap merasa kesepian dan sendiri.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT berfirman yang intinya, "Setiap amal anak Adam itu untuknya sendiri selain puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah adalah lebih harum daripada bau kasturi."

Jadi, terlepas dari apa pun situasi dan status Anda, selalu ingat bahwa puasa adalah amalan yang sangat dihargai Allah. Tidak peduli betapa tingginya kesulitan Anda, pahala akan selalu ada. Allah-lah yang mengetahui seberapa besar perjuangan hamba-Nya. Dia selalu bersama kita dan tak akan pernah membiarkan upaya kita sia-sia.

Dokter medis sekaligus personal trainer bersertifikat di London, Inggris, Aishah Muhammad, memberikan beberapa tip menjalani ibadah puasa bagi para lajang, dilansir dari Productive Muslim, Kamis (17/5).


1. Datang ke masjid setempat

Jika Anda seorang yang malas ke masjid dalam kehidupan sehari-hari, mungkin sulit untuk menghadiri ceramah atau doa bersama pada bulan Ramadhan. Anda mungkin merasa kurang percaya diri melakukannya. Namun, ketahuilah bahwa Ramadhan adalah waktu tepat bagi orang untuk mulai rajin ke masjid sebab begitu banyak orang seperti Anda di sana.

Jadi, cobalah untuk tetap menghadiri doa dan shalat Tarawih. Selain mendapat manfaat dari doa bersama, Anda akan berkenalan dengan teman-teman baru sesama Muslim.

Masjid adalah pusat komunitas Muslim pada bulan Ramadhan. Cari tahu ada kelas pengajian apa saja yang digelar di sana, kemudian ikuti satu atau dua di antaranya.



2. Nikmati sendiri

Ini mungkin tampak aneh, tetapi menikmati waktu sendiri saat Ramadhan juga ide bagus. Waktu sendiri yang dimaksud adalah merenung, meningkatkan iman, dan mengembangkan hubungan Anda dengan Allah SWT.

Tanyakan pada diri Anda, apa yang ingin Anda capai saat ini? Apakah Anda ingin membaca lebih banyak buku-buku Islam? Apakah Anda ingin meningkatkan pemahaman Anda tentang Alquran? Adakah kebiasaan buruk yang ingin Anda singkirkan? Lakukan berbagai kegiatan pribadi yang bisa memperkuat iman Anda sebab ini adalah tujuan utama Ramadhan.

"Ingat bahwa doa adalah ibadah. Ketika Anda merasa sendiri, kembalilah kepada Allah dan berdoa agar Dia membantu Anda. Hanya melalui Dia kita dapat mencapai segala harapan dan impian kita. Allah adalah satu-satunya yang bisa menghilangkan kesepian Anda sebab ada orang yang mungkin tetap kesepian, meski mereka berada di tengah keramaian," kata Aishah.



3. Buatkan menu sahur atau buka untuk orang lain

Menjadi pendatang di sebuah kompleks atau daerah bisa membingungkan atau membuat Anda sendiri dan kesepian. Ambil kesempatan buka puasa atau sahur untuk memperkenalkan diri kepada orang-orang di sekitar Anda atau yang tinggal di dekat Anda.

Buat makanan dan ajak mereka berbuka puasa atau sahur bersama. Ini akan membantu Anda menambah satu demi satu koneksi. Jika ini tidak mungkin, bawalah makanan Anda ke masjid dan bagikan kepada mereka yang ada di sana.



4. Menjadi sukarelawan

Satu hal yang sebaiknya dilakukan pada bulan suci ini adalah memperbanyak amal. Bentuknya bukan hanya sedekah atau infak uang, melainkan juga tenaga. Anda bisa menawarkan diri bekerja untuk komunitas Muslim, membantu membersihkan masjid menjelang Maghrib dan Subuh. Dari sini Anda akan bertemu orang-orang baru, selain mendapatkan imbalan dan berkah dari Allah.

Baca: Jangan Berhenti Olahraga Kala Puasa, Ini Alasannya



5. Berdakwah

Sering kali orang-orang di sekitar Anda bukan Muslim, atau mereka belum mengenal Islam. Luangkan waktu untuk menjelaskan sedikit atau banyak tentang Islam, tujuan berpuasa, dan keistimewaan Ramadhan. Ini bisa menjadi dakwah untuk menunjukkan kepada non-Muslim bahwa Islam itu indah dan damai.

Anda bisa mengundang mereka yang berbeda keyakinan untuk berbuka puasa di tempat Anda, meski mereka tak berpuasa. Anda bisa membantu orang lain memahami agama dan cara hidup yang Anda pilih.

Jika Anda memiliki anggota keluarga non-Muslim, mengapa tidak mengajak mereka ikut serta? Ini akan mengembangkan ikatan dan belas kasih di antara umat beragama.

sumber

Dewi Sandra Bagi-bagi Tips Agar Puasa Ramadhan Lancar, Yuk Disimak

Dewi Sandra saat ditemui Grid.ID di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2018).


Dewi Sandra punya beberapa tips agar lancar menjalani puasa selama satu bulan penuh.

Pertama, buah kurma jadi sajian wajib di meja makan Dewi Sandra selama bulan suci Ramadhan.

Dewi Sandra pasti mengonsumsi buah kurma sebelum ia menyantap santapan saat buka puasa atau sahur.

Terlepas dari kebiasaan dan tradisi mengonsumsi kurma saat buka puasa, ternyata hal itu juga ada di dalam Sunnah Rasul yang disebut dapat menjadi sumber tenaga selama puasa.
"You know there is a lot of Sunnah Rasul yang sebenarnya bisa membantu ya.”

“I really enjoy kurma. Kurma itu salah satu makanan yang memang keeps you energize dengan gulanya," jelas Dewi Sandra, saat ditemui Grid.ID di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2018).

Tips yang kedua adalah, kebutuhan air putih harus tetap terpenuhi meski sedang puasa.

Ia menyiasati dengan banyak minum air putih saat buka puasa dan sahur.

"Terus air putihnya banyak dan tidurnya secukupnya."

Tak kalah penting dari kedua hal di atas adalah, pantang melewati sahur.

sumber

10 Tips Sehat Saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

10 Tips Sehat Saat Berpuasa

Marhaban ya ramadhan, marhaban ya syahra siyam

Ramadhan sebentar lagi datang, sudah layaknya kita menyambut dengan bahagia dan suka cita. Berbagai kemuliaan ada di dalam bulan ini, semua muslim berbondong-bondong menyiapkan agar meraih kemuliaan itu. Namun semangat untuk meraih kemuliaan dengan berbagai amalan ibadah itu, harus diimbangi juga dengan pola hidup yang sehat. Jangan sampai di bulan Ramadhan, justru kita jatuh sakit. Untuk menanggulangi itu, perlu mengetahui 10 tips sehat saat berpuasa.

Tips sehat saat berpuasa dalam artikel ini diambil dari beberapa uraian dari doktersehat.com dan tulisan dr.Masludi S, seorang dokter umum dari Indramayu yang menulis di nu.or.id. Simak ulasan beberapa tips sehat saat anda berpuasa berikut ini,

1. Minum yang cukup
Tips sehat pertama saat berpuasa  yaitu dengan minum air dengan cukup 1,5 liter atau setara dengan 8-10 gelas perhari. Minum air yang cukup ini bertujuan untuk mengatasi hidrasi dalam tubuh. Meskipun dalam hal ini tidak merasa haus, apalagi para lansia yang seringkali tidak merasa haus meski baru minum sedikit. Namun, untuk menjaga kesehatan, pola minum  seperti harus dijaga. Minum air di sini juga tidak terbatas hanya air putih saja, tetapi juga air lainnya seperti  jus buah, teh, susu bahkan kuah sayur.

2. Pola makan sehat
Pola makan yang berubah saat berpuasa harus tetap diperhatikan agar tetap sehat. Tips sehat kedua saat berpuasa ini jangan sampai ketika makan buka puasa sebagai ajang balas dendam, sedangkan makan sahur malas-malasan karena dalam kondisi bangun tidur. untuk menjaga pola sehat, makanan saat sahur dan buka harus memenuhi standar gizi yaitu 50 persen karbohidrat, 25 persen lemak, 10-15 persen protein serta vitamin dan mineral secukupnya. Karbohidrat biasa didapatkan dari nasi, kentang atau jagung. Lemak biasanya berasal dari daging, keju, kuning telur susu dan lainnya. Protein biasanya ada dalam ikan, tempe, tahu. Sedangkan sumber vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan.

3. Berbuka dengan proporsional
Berbagai masakan dan maknan khas ramadhan seringkali menggoda untuk disantap saat berbuka. Makanan segitu banyaknya membuat kita berbuka dengan berlebihan. Padahal, tips sehat ketiga saat  berpuasa yaitu berbuka dengan proporsional. Sebelumnya telah disebutkan untuk makan sesuai standar gizi. Untuk menjaga proporsi tersebut, makanlah secara bertahap, mulai dengan makan pembuka terlebih dahulu kemudian shalat maghrib dan dilanjut makanan pokok.

4. Makan Kurma
Tips sehat keempat saat berpuasa yaitu mengonsumsi kurma. Buah ini merupakan salah satu makanan yang berkhasiat untuk mengembalikan energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti magnesium, kalium, niasin dan serat.

5. Tidur Sesaat waktu siang
Tips sehat kelima saat berpuasa yaitu qailulah atau tidur siang sesaat.  Tidur sesaat waktu siang berguna untuk menghindari keluarnya keringat secara berlebihan. Selain itu, tidur ini merupakan salah satu sunnah nabi.

sumber